M Zulfikar Akbar Personal Blog

1 Dekade

M
Salah satu motivasi terbesar menjadi wartawan adalah bertemu orang-orang hebat, seperti saat berkesempatan mewawancarai Jusuf Kalla secara eksklusif pada 2013 silam di Malang. (Dok/Pribadi)

WAKTU memang kerap membuat orang lupa. Karena pentingnya waktu ini, Allah SWT pun berjanji dengan menyebut “Demi Masa”. Namun untuk konteks yang satu ini, saya tidak akan pernah lupa.

1 Agustus 2016, adalah awal kali saya menapakkan kaki di dunia profesi jurnalistik. Setelah sebelumnya kala 2011 silam, dunia ini baru sebatas mencoba, mendalami, dan akhirnya mencintainya sepenuh hati.

Namun di Agustus 1 dekade silam, dunia jurnalistik menjadi dunia profesi. Tempat mencari nafkah, menghidupi diri dan keluarga.

Jika mengenang masa-masa itu, memang tidaklah mudah menjadi seorang wartawan atau jurnalis. Meski sudah banyak pengalaman saat mendirikan mediamahasiswa.com semasa kuliah, namun ini bukan lagi wadah untuk belajar seperti pers mahasiswa. Salah sedikit saja, tak hanya nama baik yang tercemar, namun nama media yang kita angkat.

Kecintaan dengan dunia tulis menulis memang sudah dirasakan sejak SMP. Sejak guru komputer kala itu meminta untuk membantu mengisi konten website sekolah. Tentu saja kala itu masih sekadar menulis biasa, belum sesuai prinsip penulisan jurnalistik.

Barulah sejak SMA, mendapat kesempatan untuk belajar jurnalistik lebih dalam, di salah satu media cetak di Bontang. Didikan redaktur kala itu memang tak main-main, baru saja menulis untuk pertama kalinya, tulisan seketika di delete tanpa alasan.

Hal itu pula pasti terjadi di rata-rata wartawan pemula, dengan bermacam-macam bentuknya. Namun hal ini yang justru menjadikan semangat untuk membuat tulisan dan berita yang lebih baik. Selebihnya, Anda bisa melihat kualitas tulisan saya hingga saat ini.

Saya beruntung, kala memasuki dunia profesi jurnalis, ada banyak senior dan mentor yang tak ragu membantu dan menolong. Bagi saya, para wartawan di Bontang ini sudah ibarat saudara, tak ada yang tak kami kenal, dan saling memberikan semangat satu sama lain.

Terlebih, setelah kini bernaung di bawah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang, berbagai kegiatan di luar liputan dan aktivitas keredaksian menambah kedekatan kami. Inilah yang saya sukai dari profesi ini, tak hanya fokus bekerja untuk redaksi, namun ada wadah untuk berorganisasi.

Selain itu, kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang hebat dan tokoh-tokoh penting hanya bisa di dapat dengan menjadi wartawan. Contohnya, kala saya berhasil menjumpai dan mewawancarai mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, 2013 silam. Hal itu akan menjadi momen yang tak terlupakan, hingga sekarang.

Kini, 1 dekade sudah saya menekuni profesi ini. Meskipun jalurnya sedikit agak melenceng karena masuk di dunia pemerintahan, namun aktivitasnya masih tetap sama. Kawan-kawan seprofesipun semakin bertambah, dan kini beberapa kali kerap mendukung dan memotivasi yang lebih muda dalam berkarya.

Di 1 dekade ini, sebenarnya saya masih ada PR, yaitu menerbitkan buku kedua seri dari Wajah Media. Kesempatan ini menjadi pengingat, bahwa dunia jurnalistik ini masih luas cakupannya, pun tak berbatas umur seperti karyawan, dan tak berbatas cara untuk berkarya.

Selamat 1 Dekade! ***

⚠️

Peringatan Hak Cipta & Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi materi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari penulis.

Bagikan Berita Ini
Artikel Selanjutnya

Akhirnya, Utama

chevron_right
Editor: mzulfikarakbar

chat Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama mengirim komentar.

Berita Terkait

menu Menu Navigasi